TENTANG
HATIKU
Oleh Febi "bee"
Aku,
Pernah merasa terluka karena mu
Kamu,
Pernah menoreh pedih dihatiku
Kita,
Pernah juga terbakar api amarah yang sama
Acapkali aku berucap ingin mengabaikanmu
Membencimu,
Dan menghapus semua tentangmu
Tapi yang kusadari kini
Kamu tak pernah beranjak pergi
Separah apapun luka yang kamu beri
Ada bagian dalam kalbuku yang selalu mengingatmu,mengenangmu
dan merindu.....
Berharap suatu waktu untuk menatapmu lagi dan lagi
Kamu....
Yang tlah pergi dan takkan kembali
Kan kubiarkan satu sisi kalbuku menghuni tentangmu
Hari ini , esok , tanpa batasan waktu
Selamanya.... seperti janjimu dulu....
Oleh Febi "bee"
Aku,
Pernah merasa terluka karena mu
Kamu,
Pernah menoreh pedih dihatiku
Kita,
Pernah juga terbakar api amarah yang sama
Acapkali aku berucap ingin mengabaikanmu
Membencimu,
Dan menghapus semua tentangmu
Tapi yang kusadari kini
Kamu tak pernah beranjak pergi
Separah apapun luka yang kamu beri
Ada bagian dalam kalbuku yang selalu mengingatmu,mengenangmu
dan merindu.....
Berharap suatu waktu untuk menatapmu lagi dan lagi
Kamu....
Yang tlah pergi dan takkan kembali
Kan kubiarkan satu sisi kalbuku menghuni tentangmu
Hari ini , esok , tanpa batasan waktu
Selamanya.... seperti janjimu dulu....
ANTARA ENGKAU AKU DAN CINTA
Oleh Febi "bee"
Seandainya aku jauh darimu
Akankah kau merindukan aku??
Jika saja aku tak sedang bersamamu...
Terfikirkah olehmu untuk lari meninggalkan aku....
Saat kita terjalin dalam asa yang sama
Pernahkah jenuh menggelitiki hatimu....
Aku tak tau dan tak ingin tau,
Bisa saja kau pernah ragu padaku
Mungkin juga bimbang pernah merajai kalbumu
Karna hati adalah medan luas yang tak bisa dipahami
Yang tak mungkin bisa untuk dimengerti
Dan ketika kehampaan itu datang menghampirimu
Mengusik musim semi dihatimu
Menghempas awan hitam di fikiranmu
Percayalah......
Selamanya....adalah mimpi yang harus tetap terjaga
Antara aku engkau dan cinta......
Oleh Febi "bee"
Seandainya aku jauh darimu
Akankah kau merindukan aku??
Jika saja aku tak sedang bersamamu...
Terfikirkah olehmu untuk lari meninggalkan aku....
Saat kita terjalin dalam asa yang sama
Pernahkah jenuh menggelitiki hatimu....
Aku tak tau dan tak ingin tau,
Bisa saja kau pernah ragu padaku
Mungkin juga bimbang pernah merajai kalbumu
Karna hati adalah medan luas yang tak bisa dipahami
Yang tak mungkin bisa untuk dimengerti
Dan ketika kehampaan itu datang menghampirimu
Mengusik musim semi dihatimu
Menghempas awan hitam di fikiranmu
Percayalah......
Selamanya....adalah mimpi yang harus tetap terjaga
Antara aku engkau dan cinta......
CARAKU MENCINTAIMU
Oleh Edi_Sientong
Dengan tak menghubungimu,
tak juga mengirim pesan untuk menanyakan kabarmu,
dan bahkan sekedar chatting untuk menyapamu,
aku mencintaimu dengan menjauh darimu,
bukan karena aku membencimu,
Namun karena aku ingin menjagamu dan menjaga diriku sendiri dari khalwat yang menjebak,
aku mencintaimu dengan menjaga diriku dan dirimu,
menjaga kesucianku dan kesucianmu,
menjaga kehormatanku dan kehormatanmu,...
menjaga kebeningan hatiku dan hatimu,
Ya......
Beginilah caraku mencintaimu,
mencintaimu dalam diamku,
karena diamku adalah bukti cintaku padamu..
Dan sekarang,
keadaan menegurku,
sehingga dapat membantu menyadarkanku dari kesalahan yang telah aku perbuat,
meskipun pesonamu terhadapku belum pulih,
belum pulih..
Aku tak bisa memungkiri,
bahwa setiap manusia pasti akan merasakan fitrahnya,
termasuk permasalahan ketertarikannya terhadap lawan jenis,
maka jika harus demikian,
untuk apa jika hati ini aku tambatkan kepada siapa yang bukan orangnya nanti,
jika memang hati ini sangat peka terhadap pengaruh diri yang memilikinya ketika hati ini salah dalam pengelolaanya,
oleh karenanya,
jika aku harus mencintai lawan jenis adalah fitrahku sebagai manusia, maka aku akan mencoba untuk mencintai siapa yang akan menikah denganku nanti,
walaupun aku belum pernah bertemu dengannya,
lantaran pasti Allah akan mempertemukanku dengannya,
sehingga usahaku yang sia-sia akan cenderung berkurang di dalam lingkup fitrahku,
InsyaALLAH..
Kalau saja Allah menjadikan aku menikah dengan seorang wanita yang ditakdirkan Allah kepadaku,
maka untuk apa aku berharap dan menghabiskan waktuku kepada yang lainnya,
yang belum tentu akan menjadi istri ku kelak,
sedangkan hati ini mudah terdominasi dengan sesuatu hal yang lain,.
Dan rasa ketertarikanku cukuplah akan aku tumpahkan kepada istri ku kelak..
Yaa Allah, sucikanlah hatiku hanya untuk siapa yang pantas menempatinya dengan keridhoanMu, cukup dia sajalah yang aku cintai karena aku tidak menginginkan keburukan ketika aku berbuat salah terhadap hatiku,
amiiin..
Oleh Edi_Sientong
Dengan tak menghubungimu,
tak juga mengirim pesan untuk menanyakan kabarmu,
dan bahkan sekedar chatting untuk menyapamu,
aku mencintaimu dengan menjauh darimu,
bukan karena aku membencimu,
Namun karena aku ingin menjagamu dan menjaga diriku sendiri dari khalwat yang menjebak,
aku mencintaimu dengan menjaga diriku dan dirimu,
menjaga kesucianku dan kesucianmu,
menjaga kehormatanku dan kehormatanmu,...
menjaga kebeningan hatiku dan hatimu,
Ya......
Beginilah caraku mencintaimu,
mencintaimu dalam diamku,
karena diamku adalah bukti cintaku padamu..
Dan sekarang,
keadaan menegurku,
sehingga dapat membantu menyadarkanku dari kesalahan yang telah aku perbuat,
meskipun pesonamu terhadapku belum pulih,
belum pulih..
Aku tak bisa memungkiri,
bahwa setiap manusia pasti akan merasakan fitrahnya,
termasuk permasalahan ketertarikannya terhadap lawan jenis,
maka jika harus demikian,
untuk apa jika hati ini aku tambatkan kepada siapa yang bukan orangnya nanti,
jika memang hati ini sangat peka terhadap pengaruh diri yang memilikinya ketika hati ini salah dalam pengelolaanya,
oleh karenanya,
jika aku harus mencintai lawan jenis adalah fitrahku sebagai manusia, maka aku akan mencoba untuk mencintai siapa yang akan menikah denganku nanti,
walaupun aku belum pernah bertemu dengannya,
lantaran pasti Allah akan mempertemukanku dengannya,
sehingga usahaku yang sia-sia akan cenderung berkurang di dalam lingkup fitrahku,
InsyaALLAH..
Kalau saja Allah menjadikan aku menikah dengan seorang wanita yang ditakdirkan Allah kepadaku,
maka untuk apa aku berharap dan menghabiskan waktuku kepada yang lainnya,
yang belum tentu akan menjadi istri ku kelak,
sedangkan hati ini mudah terdominasi dengan sesuatu hal yang lain,.
Dan rasa ketertarikanku cukuplah akan aku tumpahkan kepada istri ku kelak..
Yaa Allah, sucikanlah hatiku hanya untuk siapa yang pantas menempatinya dengan keridhoanMu, cukup dia sajalah yang aku cintai karena aku tidak menginginkan keburukan ketika aku berbuat salah terhadap hatiku,
amiiin..
SEPERTI BINTANG
Oleh Reynaldi Akbar
Layaknya bintang dan bulan yang menerangi malam
Seperti itulah engkau oh pujaanku
Tak ada hentinya ku menyanjungmu dengan kata-kata
Sungguh kaulah yang kudamba
Takkan pernah habis kata-kata untukmu
Semua yang aku katakan itu tulus dari hati
Bukan hanya sekedar gombalan belaka
Ataupun hanya rayuan semata
Kau itu seperti bintang
Bahkan lebih dari bintang
Karena sinar wajahmu yang begitu terang
Membuatku semakin menggilaimu
Walau terbuang percuma waktu demi kamu
Aku rela melakukan itu
Agar kau bisa menjadi milikku
Di sepanjang hidupku
Oleh Reynaldi Akbar
Layaknya bintang dan bulan yang menerangi malam
Seperti itulah engkau oh pujaanku
Tak ada hentinya ku menyanjungmu dengan kata-kata
Sungguh kaulah yang kudamba
Takkan pernah habis kata-kata untukmu
Semua yang aku katakan itu tulus dari hati
Bukan hanya sekedar gombalan belaka
Ataupun hanya rayuan semata
Kau itu seperti bintang
Bahkan lebih dari bintang
Karena sinar wajahmu yang begitu terang
Membuatku semakin menggilaimu
Walau terbuang percuma waktu demi kamu
Aku rela melakukan itu
Agar kau bisa menjadi milikku
Di sepanjang hidupku
BUNGA
Oleh Nadine Nur Athifah.
Bunga... Kau warna-warni
Bagaikan sayap kupu-kupu yang indah
Bunga...
Kau harum sekali
Ingin aku memetikmu
Akan Tetapi... aku tidak boleh memetikmu
Bunga...
Janganlah kau layu atau mati
Kalau kau layu atau mati aku akan menangis tersedu-sedu
Oleh Nadine Nur Athifah.
Bunga... Kau warna-warni
Bagaikan sayap kupu-kupu yang indah
Bunga...
Kau harum sekali
Ingin aku memetikmu
Akan Tetapi... aku tidak boleh memetikmu
Bunga...
Janganlah kau layu atau mati
Kalau kau layu atau mati aku akan menangis tersedu-sedu
PUISI CINTA
Terbesit bayangan ayu wajahmu
Terbias cinta dan kasih putih
Seketika rindu merejam
meluruhkan hati tak tertahankan hasrat ingin berjumpa
Menabur mimpi menuai harapan
berharap kau jadi milikku selamanya
Tak dapat disangkal lagi
Engkau memang untukku
Biarlah badai melanda cinta kita
berbekal percaya kita mampu lewati
Menuju kebahagian sejati
yang selalu kita rindukan
CINTAKU
Cintaku, menari kau diiringi segala
cintaku, menarilah
cintaku terbaring di awan putih yang halus lembut
cintaku nyenyak dalam kenangan
jangan dekati cintaku !
jangan dekati tidurnya
jangan kau dekati kemasyukannya dalam alamnya
Tolong jangan bangunkan dia dari segala mimpi
jangan sadarkan dia dari surga
biarkan hanyut dalam hangat
Cintaku, tersenyumlah dalam lelapmu
TANYAMU
Kalau kau tanya apa itu cinta
lihatlah dimataku
cinta telah meninggalkan jejak cahaya disana
kalau kau tanya kenapa bisa begitu
jawabnya adalah kamu
kalau masih ada pertanyaan kenapa harus kamu
terus terang...
aku tak tahu
karena kata-kata
tak sanggup lagi menyampaikan isyarat hatiku.
Terbias cinta dan kasih putih
Seketika rindu merejam
meluruhkan hati tak tertahankan hasrat ingin berjumpa
Menabur mimpi menuai harapan
berharap kau jadi milikku selamanya
Tak dapat disangkal lagi
Engkau memang untukku
Biarlah badai melanda cinta kita
berbekal percaya kita mampu lewati
Menuju kebahagian sejati
yang selalu kita rindukan
CINTAKU
Cintaku, menari kau diiringi segala
cintaku, menarilah
cintaku terbaring di awan putih yang halus lembut
cintaku nyenyak dalam kenangan
jangan dekati cintaku !
jangan dekati tidurnya
jangan kau dekati kemasyukannya dalam alamnya
Tolong jangan bangunkan dia dari segala mimpi
jangan sadarkan dia dari surga
biarkan hanyut dalam hangat
Cintaku, tersenyumlah dalam lelapmu
TANYAMU
Kalau kau tanya apa itu cinta
lihatlah dimataku
cinta telah meninggalkan jejak cahaya disana
kalau kau tanya kenapa bisa begitu
jawabnya adalah kamu
kalau masih ada pertanyaan kenapa harus kamu
terus terang...
aku tak tahu
karena kata-kata
tak sanggup lagi menyampaikan isyarat hatiku.
Puisi
Cinta
Satu masa telah terlewati
Benci
dan rindu merasuk di kalbu
Ada
apa dengan cintaku
Sulit
untuk aku ungkap semua
Jangan
pernah bibir tertutup
Bicarakan
semua yang kau rasakan
Cinta
itu kita yang rasa
Bila
sengsara hati kan merana
Wahai
pujangga cinta
Biar
membelai indah
Telaga
di kalbuku
Jujurlah
pada hatimu
Ada
apa dengan cinta
Dentingdenting yang berbunyi
dari
dinding kamarku
sadarkan
diriku dari lamunan panjang
tak
terasa malam kini semakin larut
ku
masih terjaga
sayang
kau di mana aku ingin bersama
aku
butuh semua untuk tepiskan rindu
mungkinkah
kau di sana merasa yang sama
seperti
diriku di malam ini
rintik
gerimis mengundang
kekasih
di malam
biduk di langit masih kering tertawa
melihat
aku yang tetap bercumbu dengan khayal
menari
kata dalam balutan puisi
membingkaikan
rasa dalam bait
puisi
adalah aku
aku
bercinta dengan kata
dan
merangkai menjadi satu kenangan indah
dekapan
kalimat panjang membuai mesra diriku
kutemukan
ada detak lemah setia
Cinta memanggilku
Segera
kuberlari meghampiri
Meski
harus kutempuh
jalan
berbatu dan berliku
Kan
kuserahklan diri
kedalam
rangkulan sayap2nya
Sekalipun
duri2 yg bersemayam dibalik sayapnya
akan
melukaiku
Ku
bisikan cinta
Mungkin
cinta kan membawaku
terbang
tinggi ke kumpulan bintang2
Namun
dia juga akan mencabik2
Satu nafas terhembus adalah kata
Satu nafas terhembus adalah kata
Angan,
debur, dan emosi tercampur
Dalam
jubah terpautanTangan kita terikat...
bibir
kita menyatu
Maka
setiap apa yang terucap
Adalah
sabda pandita ratu
Di
luar itu pasirDi luar itu debu
Hanya
pasir meniup saja lalu hilang
Terbang
tak ada
Tapi
kita tetap menari
Tarian
cuma kita yang tahu
Jiwa
ini adalah tanduDuduk saja
JATUH CINTA
Puisi cinta dari Nada_Egan
Saat pertama kali ku melihatmu
Jantungku
mulai berdegup kencang
Sejak
saat itu
Malam-malamku
penuh mimpi tentangmu
Setiap
kali bersamamu
Serasa
ku terbang melayang
Anganku
membawamu turut serta
Menghadapi
ribuan bintang di langit
Aku
jatuh cinta padamu
Jatuh
cinta yang pertama
Aku
jatuh cinta padamu
Dan
kau pun begitu padaku
Ku
mohon.. jangan lukai aku..
Ini
yang pertama buatku
Ku
ingin yang paling indah
Walau
pun nanti berpisah
Kisah
ini tak kan terlupakan..
INGIN KU MILIKI DIRIMU
Puisi cinta dari Nada_Egan
Terlalu lama ku pendam
INGIN KU MILIKI DIRIMU
Puisi cinta dari Nada_Egan
Terlalu lama ku pendam
Semua
rasa ini padamu
Kini
ku sudah tak tahan
Ku
ingin kau tau semua..
Aku
lebih dulu mencintaimu
Aku
lebih dulu mengenalmu
Bukannya
dia..
Cinta
itu harus diungkapkan
Cinta
itu harus memiliki
Tak
kan kulepaskan dirimu
Memang
tinggi egoku
Namun..
ingin ku miliki dirimu..
Demi
cinta yang t`lah lama ku pendam
Demi
mengganti semua pengorbanan
Yang
t`lah ku lakukan untukmu
Kau
harus jadi milikku..
sekian
hari...sekian waktu...
namanya
tetap berdegub bersama jantung yang berdetak..
mengingatnya
membawa ku melambung tinggi ke anakasa...
taukaha
kau....
apa
ini yang disebut cintaa..
atau
kah hanya sebuah angan kosong
yang
terukir atas nama cinta
Madah Cinta Sebuah Tulisan
Wahai kawan2 ku...
Dengarlah
bisikan kata2 ku ini.
Tulislah wahai kawan2 ku..!
Tulislah wahai kawan2 ku..!
Tulislah
madah cinta mu
Tulislah
puisi cinta mu
Tulislah
apa2 yang telintas dihati mu!
Rasakan
getaran suara hati naluri mu
Biarkan
ia bersuara menjerit
Biarkan
seisi dunia mendengarkannya luahannya
Luahan
rasa hati seorang manusia!
Wahai kawan ku...!Jangan engkau berdiam diri
Wahai kawan ku...!Jangan engkau berdiam diri
Jangan
engkau hanya menjenguk disana sini
Komentar
sana komentar sini!
Bukankah
engkau juga mempunyai rasa hati?
Sedikit
naluri untuk berpuisi?
Wahai kawan ku...Percayalah bahawa ...
Wahai kawan ku...Percayalah bahawa ...
kita
cuma insan biasa
cuba
meneroka rahasia kehidupan
Sama-sama
juga ada kekurangan
sama-sama
ada sedikit kepahitan
Didalam
merenangi lautan madah cinta ini
cuba
membongkar rahasia hakikat puisi cinta!
PUISI CINTA KENANGAN BERSAMA.
Pada sekuntum mawar yang mekar
dan
air sungai yang mengalir
disitu
ku lihatterukir wajah mu
dan
tertulis....kisah cinta kita berdua.
Sebuah nostalgia yang lalu
Sebuah nostalgia yang lalu
tidak
mudah untuk ku lupakan
dan
masih ku simpan erat-erat
didalam
sebuah potretwajah kita bersama.
PUISI CINTA PILIHAN
Wahai manis ku…Dengarkanlah bisikan hati ku ini!
Pada dua persimpangan laluan jalan hidup ku ini
PUISI CINTA PILIHAN
Wahai manis ku…Dengarkanlah bisikan hati ku ini!
Pada dua persimpangan laluan jalan hidup ku ini
Aku
Cuma ada dua pilihan
Hidup
untuk terus menyintai mu
Atau
mati !
Kemarin kulihat ia menangis
Kemarin kulihat ia menangis
dalam
hening
dalam
diam
tanpa
airmata
Namun
kutahu ia menangis
Sekarang
kulihat ia telah tertawa
walau
masih ada luka di matanya
walau
masih terasa lelah di hatinya
namun
ia telah tertawa
Kutahu
ia telah pasrah
Kutahu
ia telah menyerah
tak
berdaya pada kuasa hatinya
tak
kuasa pada kehendak cintanya
Dan
kini ia hanya diam
menanti
dalam rindu yang amat sangat
dalam
sepi yang menyengat
Menanti
sesuatu yang tak pasti
tapi
ia tak peduli
ia
hanya tahu cinta yang ia miliki pasti
.:: menanti dalam sepi
Senja di Pelabuhan Kecil
Ini
kali tiada yang mencari cinta
Di
antara gudang, rumah tua,
pada
ceritaTiang serta temali.
Kapal,perahu
tiada berlaut
Gerimis
mempercepat kelam.
Ada
juga kelepak elang
Menyinggung
muram,
desir
hari lari berenang
Menemu
bujuk pangkal akanan.
Tidak
bergerak
Dan
kini tanah dan air tidur hilang ombak
Tiada
lagi. Aku sendiri.
Berjalan
Menyusur
semenanjung, masih pengap harap
Sekali
tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
Dari
pantai keempat, sendu penghabisan bisa berdekap
Kepada kawan………….
Kepada kawan………….
adakah seorang insan yang mengerti..
apakah
arti kehidupan ini…
pernah kucari arti cinta sejati
pernah kucari arti cinta sejati
namun
yang kutemui hanyalah mimpi..
suatu
mimpi kosong yang tak bertepi
apakah
salah hati ini
ingin
memiliki sebuah cinta sejati..
apakah arti sebuah persahabatan sejati
apakah arti sebuah persahabatan sejati
apakah
itu juga sebuah mimpi..?
jika
benar,
apalah
arti semua ini..
sudah
banyak hari kujalani
tanpa
suatu tujuan yang pasti…
semua seakan hanyalah ilusi..
semua seakan hanyalah ilusi..
ilusi
yang tiada memiliki arti
namun akhirnya satu hal kusadarihanya
namun akhirnya satu hal kusadarihanya
Tuhan
yang sungguh mengerti,
tentang
semua arti kehidupan ini..
kekosongan
hati ini
tidak
lagi diisi dengan benci..
tak
ada yang lebih murni
dari
kesucian cinta Ilahi
_finka
_finka
Semoga,
sayap
patahku
cukup
menghangatkan pangeran hati
Yang
melambungkan bahagiaku,
meneduhkan
di saat diri telah merapuh
Kini kumengerti arti penantian
Kini kumengerti arti penantian
memahami
makna gelombang sebelum daratan
saat ksatria kejora memanah mendung di angkasa
saat ksatria kejora memanah mendung di angkasa
derai
tawaku menjadi bintang di langit terang
binar
mataku cahaya di jiwanya
dia
labuhan hatiku
*E n O*
*E n O*
MADAH CINTA FANTASI
Wahai
sayang ku….!
Jikalau
disatu hari nanti….
Engkau
sedang merasa sedih dan berdukacita
Serulah
aku!
Pasti
aku akan segera datang disisi mu
Walaupun
aku tidak dapat mengembirakan mu ketika itu
Yang
pastinya…
Aku
akan turut serta berduka menangis bersama2 mu!
Wahai
sayang ku….!
Jikalau
disatu hari nanti
Engkau
ingin lari berpindah ketempat lain
Serulah
aku!
Kerana
aku tidak akan menghalang niat mu
Cuma
aku….
Ingin
juga lari berpindah ketempat lain bersama2 mu!
Wahai
manis ku….!
Jikalau
disatu hari nanti
Engkau
lihat lidah ku sudah menjadi bisu dan kelu
Segeralah
datang kepada ku
Kerana
ketika itu….
Aku
sedang didalam kerinduan
Dan
sedang tersangat dahaga
Memerlukan
diri mu dan kehadiran mu…!
MADAH CINTA SATU HARAPAN
Wahai….sayang
ku!
Adakah
engkau mendengar suara ku ini?
Adakah
engkau mendengar keluhan hati ku ini?
Adakah
englau mendengar jeritan jiwaku ini...?
Sedangkan
engkau jauh dari ku…
Jauh
dirantauan orang…!
Wahai….manis
ku!
Apa
yang harus ku katakkan pada mu?
Ketika
engkau tiada disisi ku
Seribu
kerinduan telah membakar diri ku
Seribu
penyesalan telah melanda diri ku
Seribu
kenangan menyerang diri ku..!
Tanpa
mu Siapalah aku..!
Wahai…sayang
ku!
Tahukah
engkau…
Betapa
diriku ini
Sentiasa
gelisah menanti kepulangan mu
Betapa
diriku ini
Sentiasa
terbayang senyuman manis mu
Betapa
hatiku ini
Merasa
kekosongan tanpa kehadiran mu
Betapa
diriku ini
Merayu
mengharap kepulangan mu!
Wahai
….sayang ku!
Maafkan
daku…
Wahai…sayang
ku!
Kembalilah
kepada ku..!
Puisi
Cinta Khalil Gibran Nyanyian Sukma, Di dasar relung jiwaku
Bergema nyanyian tanpa kata; sebuah lagu yang bernafas di dalam benih hatiku,
Yang tiada dicairkan oleh tinta di atas lembar kulit ; ia meneguk rasa kasihku
dalam jubah yg nipis kainnya, dan mengalirkan sayang, Namun bukan menyentuh
bibirku.
Senandung Cinta
Jiwa yang terkapar nada rindu mengusik kalbu
Senandung Cinta
Jiwa yang terkapar nada rindu mengusik kalbu
Nyanyian
yang tiada pernah tergores tinta
Nada kasih mengalir menembus sukma
Menyentuh batin mengalirkan sayang
Nyanyian yang tiada pernah tergores tinta
Sungguh...betapa segala resah mendesah
Bimbang mengguncang dalam ketidak-abadian
Untuk siapa nada ini kan menyapa
Di relung jiwa bersemayam segala rasa
Terhempas risau, melayang hilang
Menjelajah hati menjawab tanya
Hadir membayang dalam bayang-bayang
Getar ujung jemari kabarkan kehadirannya
Nyata terasa getaran dijiwa.
Bening air mata, berkaca-kaca
Bak air telaga yang memantulkan gemerlap bintang
Sendu merayu ditengah heningnya malam
Bercengkrama bersama titik-titik embun
Membongkar dinginnya kabut rahasia
Hingga kebenaran, datang menjelang
Nada lahir dari ujung renungan
Mengalun bersama kesunyian
Menepis semua kebisingan
Mengalir diantara mimpi dan bayangan
Adalah cinta terbawa nyata diantara alunan nada
Rindu memecah sepi, lantang bergemuruh menderu hati
Menabur mimpi, dalam hasrat menggebu di ujung rindu
Dibalik nada-nada cinta, aku menemukanmu
Keagungan Cinta
Ketika air mata menitik di pipimu
Saat kau masih peduli terhadapnya
Dan dia tak lagi mempedulikanmu
Meski engkau masih setia menantinya
Manakala dia bisa mencintai selain dirimu
Namun kau tetap tersenyum bahagia
Dan terucap jujur dari mulut, lalu berkata
Aku turut bahagia dalam kebahagiaanmu
Jika cinta bertepuk sebelah tangan, lepaskan tanganmu
Terbang dan kepakkan sayapmu selebar angkasa biru
Arungi luas alam bebas, hingga kau dapati tempat berteduh
Tuk tentukan arah, temukan cinta yang pernah hilang
Nyanyian Sukma
Di dasar relung jiwaku Bergema nyanyian tanpa kata;
sebuah lagu yang bernafas di dalam benih hatiku,
Yang tiada dicairkan oleh tinta di atas lembar kulit ;
ia meneguk rasa kasihku dalam jubah yg nipis kainnya,
dan mengalirkan sayang, Namun bukan menyentuh bibirku.
Betapa dapat aku mendesahkannya?
Aku bimbang dia mungkin berbaur dengan kerajaan fana
Kepada siapa aku akan menyanyikannya?
Dia tersimpan dalam relung sukmaku
Kerna aku risau, dia akan terhempas
Di telinga pendengaran yang keras.
Pabila kutatap penglihatan batinku
Nampak di dalamnya bayangan dari bayangannya,
Dan pabila kusentuh hujung jemariku
Terasa getaran kehadirannya.
Perilaku tanganku saksi bisu kehadirannya,
Bagai danau tenang yang memantulkan cahaya bintang-bintang bergemerlapan.
Air mataku menandai sendu
Bagai titik-titik embun syahdu
Yang membongkarkan rahsia mawar layu.
Lagu itu digubah oleh renungan,
Dan dikumandangkan oleh kesunyian,
Dan disingkiri oleh kebisingan,Dan dilipat oleh kebenaran,
Dan diulang-ulang oleh mimpi dan bayangan,
Dan difahami oleh cinta,
Dan disembunyikan oleh kesedaran siang
Dan dinyanyikan oleh sukma malam.
Lagu itu lagu kasih-sayang,
Gerangan ‘Cain’ atau ‘Esau’ manakah Yang mampu membawakannya berkumandang?
Nyanyian itu lebih semerbak wangi daripada melati:
Suara manakah yang dapat menangkapnya?
Kidung itu tersembunyi bagai rahsia perawan suci,
Getar nada mana yang mampu menggoyahnya?
Siapa berani menyatukan debur ombak samudra dengan kicau bening burung malam?
Siapa yang berani membandingkan deru alam, Dengan desah bayi yang nyenyak di buaian?
Siapa berani memecah sunyi
Dan lantang menuturkan bisikan sanubari
Yang hanya terungkap oleh hati?
Insan mana yang berani melagukan kidung suci Tuhan?
Aku Bicara Perihal Cinta
Apabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia,
Walau jalannya sukar dan curam.
Dan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya.
Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu.
Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya.
Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman.
Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia
kan menyalibmu.
Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu,
demikian pula dia ada untuk pemangkasanmu.
Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu,
dan membelai mesra ranting-rantingmu nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari.
Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu,
dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami.
Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.
Dia menebah engkau hingga engkau telanjang.
Dia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu.
Dia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih.
Dia merembas engkau hingga kau menjadi liar;
Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya.
Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan.
Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta,
supaya bisa kaupahami rahasia hatimu,
dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan.
Namun pabila dalam ketakutanmu,
kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta.
Maka lebih baiklah bagimu,
kalau kaututupi ketelanjanganmu,
dan menyingkir dari lantai-penebah cinta.
Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa,
tapi tak seluruh gelak tawamu,
dan menangis,
tapi tak sehabis semua airmatamu.
Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri,
dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri.
Cinta tiada memiliki,
pun tiada ingin dimiliki;
Karena cinta telah cukup bagi cinta.
Pabila kau mencintai kau takkan berkata,
TUHAN ada di dalam hatiku,
tapi sebaliknya, “Aku berada di dalam hati TUHAN”.
Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta,
sebab cinta,
pabila dia menilaimu memang pantas,
mengarahkan jalanmu.
Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya.
Namun pabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan,
biarlah ini menjadi aneka keinginanmu:
Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali,
yang menyanyikan melodinya bagai sang malam.
Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.
Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta;
Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.
Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan,
dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih;
Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap;
Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur;
Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu,
dan sebuah gita puji pada bibirmu.
Khalil Gibran
Puisi Cinta Kahlil Gibran
Nada kasih mengalir menembus sukma
Menyentuh batin mengalirkan sayang
Nyanyian yang tiada pernah tergores tinta
Sungguh...betapa segala resah mendesah
Bimbang mengguncang dalam ketidak-abadian
Untuk siapa nada ini kan menyapa
Di relung jiwa bersemayam segala rasa
Terhempas risau, melayang hilang
Menjelajah hati menjawab tanya
Hadir membayang dalam bayang-bayang
Getar ujung jemari kabarkan kehadirannya
Nyata terasa getaran dijiwa.
Bening air mata, berkaca-kaca
Bak air telaga yang memantulkan gemerlap bintang
Sendu merayu ditengah heningnya malam
Bercengkrama bersama titik-titik embun
Membongkar dinginnya kabut rahasia
Hingga kebenaran, datang menjelang
Nada lahir dari ujung renungan
Mengalun bersama kesunyian
Menepis semua kebisingan
Mengalir diantara mimpi dan bayangan
Adalah cinta terbawa nyata diantara alunan nada
Rindu memecah sepi, lantang bergemuruh menderu hati
Menabur mimpi, dalam hasrat menggebu di ujung rindu
Dibalik nada-nada cinta, aku menemukanmu
Keagungan Cinta
Ketika air mata menitik di pipimu
Saat kau masih peduli terhadapnya
Dan dia tak lagi mempedulikanmu
Meski engkau masih setia menantinya
Manakala dia bisa mencintai selain dirimu
Namun kau tetap tersenyum bahagia
Dan terucap jujur dari mulut, lalu berkata
Aku turut bahagia dalam kebahagiaanmu
Jika cinta bertepuk sebelah tangan, lepaskan tanganmu
Terbang dan kepakkan sayapmu selebar angkasa biru
Arungi luas alam bebas, hingga kau dapati tempat berteduh
Tuk tentukan arah, temukan cinta yang pernah hilang
Nyanyian Sukma
Di dasar relung jiwaku Bergema nyanyian tanpa kata;
sebuah lagu yang bernafas di dalam benih hatiku,
Yang tiada dicairkan oleh tinta di atas lembar kulit ;
ia meneguk rasa kasihku dalam jubah yg nipis kainnya,
dan mengalirkan sayang, Namun bukan menyentuh bibirku.
Betapa dapat aku mendesahkannya?
Aku bimbang dia mungkin berbaur dengan kerajaan fana
Kepada siapa aku akan menyanyikannya?
Dia tersimpan dalam relung sukmaku
Kerna aku risau, dia akan terhempas
Di telinga pendengaran yang keras.
Pabila kutatap penglihatan batinku
Nampak di dalamnya bayangan dari bayangannya,
Dan pabila kusentuh hujung jemariku
Terasa getaran kehadirannya.
Perilaku tanganku saksi bisu kehadirannya,
Bagai danau tenang yang memantulkan cahaya bintang-bintang bergemerlapan.
Air mataku menandai sendu
Bagai titik-titik embun syahdu
Yang membongkarkan rahsia mawar layu.
Lagu itu digubah oleh renungan,
Dan dikumandangkan oleh kesunyian,
Dan disingkiri oleh kebisingan,Dan dilipat oleh kebenaran,
Dan diulang-ulang oleh mimpi dan bayangan,
Dan difahami oleh cinta,
Dan disembunyikan oleh kesedaran siang
Dan dinyanyikan oleh sukma malam.
Lagu itu lagu kasih-sayang,
Gerangan ‘Cain’ atau ‘Esau’ manakah Yang mampu membawakannya berkumandang?
Nyanyian itu lebih semerbak wangi daripada melati:
Suara manakah yang dapat menangkapnya?
Kidung itu tersembunyi bagai rahsia perawan suci,
Getar nada mana yang mampu menggoyahnya?
Siapa berani menyatukan debur ombak samudra dengan kicau bening burung malam?
Siapa yang berani membandingkan deru alam, Dengan desah bayi yang nyenyak di buaian?
Siapa berani memecah sunyi
Dan lantang menuturkan bisikan sanubari
Yang hanya terungkap oleh hati?
Insan mana yang berani melagukan kidung suci Tuhan?
Aku Bicara Perihal Cinta
Apabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia,
Walau jalannya sukar dan curam.
Dan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya.
Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu.
Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya.
Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman.
Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia
kan menyalibmu.
Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu,
demikian pula dia ada untuk pemangkasanmu.
Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu,
dan membelai mesra ranting-rantingmu nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari.
Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu,
dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami.
Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.
Dia menebah engkau hingga engkau telanjang.
Dia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu.
Dia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih.
Dia merembas engkau hingga kau menjadi liar;
Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya.
Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan.
Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta,
supaya bisa kaupahami rahasia hatimu,
dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan.
Namun pabila dalam ketakutanmu,
kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta.
Maka lebih baiklah bagimu,
kalau kaututupi ketelanjanganmu,
dan menyingkir dari lantai-penebah cinta.
Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa,
tapi tak seluruh gelak tawamu,
dan menangis,
tapi tak sehabis semua airmatamu.
Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri,
dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri.
Cinta tiada memiliki,
pun tiada ingin dimiliki;
Karena cinta telah cukup bagi cinta.
Pabila kau mencintai kau takkan berkata,
TUHAN ada di dalam hatiku,
tapi sebaliknya, “Aku berada di dalam hati TUHAN”.
Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta,
sebab cinta,
pabila dia menilaimu memang pantas,
mengarahkan jalanmu.
Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya.
Namun pabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan,
biarlah ini menjadi aneka keinginanmu:
Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali,
yang menyanyikan melodinya bagai sang malam.
Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.
Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta;
Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.
Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan,
dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih;
Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap;
Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur;
Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu,
dan sebuah gita puji pada bibirmu.
Khalil Gibran
Puisi Cinta Kahlil Gibran
Puisi Cinta Romantis : Inilah Caraku Mencintaimu
dengan tak menghubungimu,
tak juga mengirim pesan untuk menanyakan kabarmu,
dan bahkan sekedar chatting untuk menyapamu,
aku mencintaimu dengan menjauh darimu,
bukan karena aku membencimu,
namun karena aku ingin menjagamu dan menjaga diriku sendiri
dari khalwat yang menjebak,
aku mencintaimu dengan menjaga diriku dan dirimu,
menjaga kesucianku dan kesucianmu,
menjaga kebeningan hatiku dan hatimu,
ya......
Beginilah caraku mencintaimu,
mencintaimu dalam diamku,
karena diamku adalah bukti cintaku padamu..
dan sekarang,
keadaan menegurku,
sehingga dapat membantu menyadarkanku dari kesalahan yang telah
aku perbuat,
meskipun pesonamu terhadapku belum pulih,
belum pulih..
aku tak bisa memungkiri,
bahwa setiap manusia pasti akan merasakan fitrahnya,
termasuk permasalahan ketertarikannya terhadap lawan jenis,
maka jika harus demikian,
untuk apa jika hati ini aku tambatkan kepada siapa yang
bukan orangnya nanti,
jika memang hati ini sangat peka terhadap pengaruh diri yang
memilikinya ketika hati ini salah dalam pengelolaanya,
oleh karenanya,
jika aku harus mencintai lawan jenis adalah fitrahku sebagai
manusia, maka aku akan mencoba untuk mencintai siapa yang akan menikah denganku
nanti,
walaupun aku belum pernah bertemu dengannya,
lantaran pasti Allah akan mempertemukanku dengannya,
sehingga usahaku yang sia-sia akan cenderung berkurang di dalam
lingkup fitrahku,
InsyaALLAH..
Kalau saja Allah menjadikan aku menikah dengan seorang
wanita yang ditakdirkan Allah kepadaku,
maka untuk apa aku berharap dan menghabiskan waktuku kepada
yang lainnya,
yang belum tentu akan menjadi istri ku kelak,
sedangkan hati ini mudah terdominasi dengan sesuatu hal yang
lain,.
Dan rasa ketertarikanku cukuplah akan aku tumpahkan kepada
istri ku kelak..
Yaa Allah, sucikanlah hatiku hanya untuk siapa yang pantas
menempatinya dengan keridhoanMu, cukup dia sajalah yang aku cintai karena aku
tidak menginginkan keburukan ketika aku berbuat salah terhadap hatiku,
amiiin..
~ karya anak
negeri ~
Dan Apabila anda ingin Puisi Cinta yang lebih banyak silahkan kunjungi disini, Itulah beberapa Puisi Cinta yang bisa anda baca dan semoga Kumpulan Puisi Cinta ini bisa bermanfaat buat anda.

